Minggu, 18 Agustus 2013

Untuk saat sekarang ini kita sudah jarang melihat semut rangrang berada pohon dan memiliki sarang. Sarang dari semut rangrang ini atau yg lebih dikenal dengan kroto sangatlah dibutuhkan bagi pecinta burung kicau, sedangkan ketersediaan kroto dalam alam liar sekarang ini sudah sangat jarang dijumpai. Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk mempelajari dan membudidayakan kroto.

Sudah kurang lebih 4 bulan saya mulai belajar dan praktek langsung dalam budidaya kroto. memang sampai hari ini saya belum  melakukan panen, karena saya  masih ingin memperbanyak koloni semut rangrang

, tetapi dari kroto yang sudah ada dapat saya lihat perkembangannya yang cukup menjanjikan.

Berikut adalah cara-cara yang akan saya share dalam melakukan budidaya kroto:
1.  Dalam ternak kroto, kita tetap harus mencari bibit kroto yang bisa didapatkan dengan 
     gratis di alam liar ataupun dengan membelinya.
2. Ada beberapa bahan yang perlu kita siapkan sebelumnya, yaitu:
    a. Rak atau meja yang diganjal dengan mangkuk berisi air atau minyak.
    b. Toples kurang lebih sebesar 6liter.
    c. Ruangan yang teduh dan jauh dari gangguan binatang dan keramaian serta sirkulasi                   udara yang nyaman


Berikut ini adalah foto contoh pembudidayaan yang telah saya lakukan:














Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi saya:
Giantoro - 081 128 1488